UM Kelas XII
Ringkasan Materi Bahasa Indonesia
Kumpulan materi inti + strategi soal: LHO, Eksposisi, Anekdot, Hikayat, Negosiasi, Prosedur, Ceramah, Cerpen, Proposal, Karya Ilmiah, Resensi, Drama, Editorial, Novel Sejarah (Gajah Mada), Bumi Manusia, Artikel, Kalimat Efektif, Kritik & Esai, Biografi, dan lainnya.
Bagian 1 — Laporan Hasil Observasi (LHO) Tujuan, bagian isi, fokus ciri fisik, dan contoh kunci
Inti: LHO menyajikan informasi hasil pengamatan secara objektif. Bagian umum: Pernyataan umum/klasifikasi → Deskripsi bagian → Penutup/kesimpulan.
Fokus: Menemukan Ciri Fisik
- Yang dapat diindera: bahan, warna, ukuran/bentuk, bagian, tekstur, komponen.
- Cari penanda: terbuat dari, berwarna, memiliki, bertangkai, ditatah/diukir.
Contoh tepat: “Wayang purwa terbuat dari kulit kerbau… bertangkai tanduk kerbau bule.” → memuat bahan/komponen (ciri fisik).
Bukan ciri fisik: pengakuan UNESCO, klasifikasi jenis, atau pujian–celaan.
Latihan Mini
Pertanyaan: Manakah yang ciri fisik “wayang purwa”?
A umum, B fakta UNESCO, C klasifikasi, D terbuat dari kulit kerbau… → Jawaban: D.
Bagian 2 — Teks Eksposisi Struktur, simpulan, dan fakta vs opini
Struktur: Tesis → Argumentasi → Simpulan.
Inti soal: Simpulan terbaik merangkum semua paragraf; hindari jawaban yang hanya mengambil sebagian data.
- Simpulan contoh: “Kerusakan alam disebabkan oleh pembangunan yang tidak berkelanjutan.”
- Fakta = terverifikasi (tanggal/lembaga/angka). Opini = penilaian/dugaan.
Bagian 3 — Teks Anekdot Struktur orientasi dan makna sindiran
Struktur dasar: Orientasi → Krisis → Reaksi → (Koda).
Kunci: Orientasi = pengantar tokoh/situasi/tempat; belum ada sindiran.
Sindiran: “Baju tahanan KPK” = kritik sosial pada korupsi politisi.
Bagian 4 — Hikayat Ciri dominan: bahasa arkais & istanasentris
- Penanda arkais: syahdan, titah, baginda, hulubalang, maka.
- Istanansentris: raja–menteri–hulubalang & urusan kenegaraan.
- Jangan memilih “kesaktian” jika tidak tampak pada kutipan.
Bagian 5 — Teks Negosiasi Kalimat persuasif & penawaran awal
Persuasif: memakai bujukan & alasan emosional/logis. Contoh: “Ayolah, Pak… saya mahasiswa, butuh buat tugas akhir.”
Penawaran dimulai saat pembeli menyebut harga tawaran pertama (mis. “8,5 juta deh”).
Bagian 6 — Teks Prosedur Ciri kebahasaan dominan: kalimat imperatif
- Contoh: Pastikan…, Buka…, Ketikkan…, Tekan…, Tunggu…
Bagian 7 s.d. 23 — Ringkasan Cepat Ceramah, Cerpen, Proposal, Karya Ilmiah, Resensi, Drama, Editorial, Novel Sejarah, Bumi Manusia, Artikel, Kalimat Efektif, Kritik & Esai, Biografi
| Kompetensi | Inti | Contoh Kunci |
|---|---|---|
| Ceramah | Topik sesuai audiens & momen | Menjelang ujian → “Manajemen waktu & mental” |
| Cerpen (watak) | Dialog/tindakan | Ayah penyabar & bijaksana (menenangkan ibu) |
| Proposal | Latar belakang = alasan | Pelatihan jurnalistik → kegiatan pendidikan |
| Karya Ilmiah | Rumusan masalah & PUEBI | “Bagaimana pengaruh…?”; huruf kapital judul benar |
| Resensi | Keunggulan vs kelemahan | “Bahasa sederhana, romantis, humoris” (Dilan 1990) |
| Drama | Amanat dari dialog | Anak menuruti nasihat orang tua |
| Editorial | Tesis–argumen–penegasan | Bahaya plastik → perlu regulasi + kesadaran |
| Novel Sejarah | Suasana/ nilai moral/ sudut pandang | Gajah Mada: tekad Sumpah Palapa; orang ketiga serba tahu |
| Bumi Manusia | Amanat & diskriminasi | Adil sejak dalam pikiran; ejekan rasial “monyet” |
| Artikel | Ide pokok & argumen | Membaca → analisis tajam & kosakata kaya |
| Kalimat Efektif | Hindari pleonasme | “Hadirin dipersilakan maju agar …” |
| Kritik & Esai | Objektif vs subjektif | Kritik berbasis teori; esai personal |
| Biografi | Pronomina orang ketiga | “Ia/Beliau” merujuk tokoh |
Checklist Belajar & Kesalahan Umum Ringkas & mudah diingat
Checklist Cepat
- Underline objek yang ditanya (khusus LHO).
- Cari kata kerja perintah (Prosedur).
- Cek tesis–argumen–penegasan (Editorial/Eksposisi).
- Bedakan sinopsis vs keunggulan/kelemahan (Resensi).
- Hindari pleonasme: “agar supaya”, “para … sekalian”.
Kesalahan Umum
- Memilih “pengakuan UNESCO” sebagai ciri fisik (salah).
- Mengira kalimat pertama = simpulan (tidak selalu).
- Menilai karya dengan selera pribadi (bukan kritik ilmiah).