Ilustrasi pembacaan puisi: tempo dan nada sebagai kunci ekspresi
Macam-Macam Tempo dan Nada dalam Membaca Puisi
A. Macam-Macam Tempo dalam Membaca Puisi
Tempo adalah cepat atau lambatnya pembacaan puisi yang disesuaikan dengan suasana, isi, dan tujuan puisi.
1. Tempo Lambat
- Dibaca perlahan dan penuh penghayatan
- Digunakan untuk puisi sedih, religius, dan renungan
- Memberi ruang perenungan makna
2. Tempo Sedang
- Kecepatan membaca normal
- Cocok untuk puisi naratif dan deskriptif
- Menjaga keseimbangan makna dan keindahan bunyi
3. Tempo Cepat
- Dibaca dengan cepat dan berenergi
- Digunakan untuk puisi semangat dan perjuangan
- Membangkitkan emosi pendengar
B. Macam-Macam Nada dalam Membaca Puisi
Nada adalah sikap batin dan perasaan penyair yang disampaikan melalui suara pembaca puisi.
1. Nada Sedih (Melankolis)
Suara lembut dan menurun, mencerminkan kesedihan dan kehilangan.
2. Nada Gembira
Suara cerah dan hidup, menggambarkan kebahagiaan dan harapan.
3. Nada Marah
Suara tegas dan keras, digunakan untuk kritik dan protes sosial.
4. Nada Patriotik / Heroik
Suara lantang dan berwibawa, membangkitkan semangat nasionalisme.
5. Nada Tenang / Reflektif
Suara stabil dan terkendali, cocok untuk puisi religius dan filsafat.
6. Nada Ironis / Sinis
Suara menyindir halus, sering digunakan dalam puisi satir.
C. Sumber Buku
- Waluyo, Herman J. Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Tarigan, Henry Guntur. Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
- Pradopo, Rachmat Djoko. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Aminuddin. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
- Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.