Ingin ikuti bimbel, atau ingin beli lisensi tema blog ini ? Hubungi Sekarang Hubungi Sekarang!
المشاركات

Kata Serapan - Penyerapan Bahasa Asing ke Bahasa Indonesia

Dalam ilmu linguistik (kebahasaan), penyerapan kosa kata asing ke dalam bahasa Indonesia merupakan mekanisme ilmiah yang bertujuan untuk memperkaya perbendaharaan kata serta mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Proses ini diatur secara resmi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Pedoman Umum Pembentukan Istilah (PUPI) dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Ringkasan Inti: Penyerapan bahasa asing tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan wajib melalui tahapan seleksi konsep, penyesuaian kaidah ortografi (ejaan) serta fonologi (bunyi), dan mengikuti empat mekanisme utama: adopsi, adaptasi, penerjemahan, atau kreasi.

1. Pengertian Kata Serapan Menurut KBBI dan Landasan Teori Tokoh

Pengertian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, kata serapan didefinisikan sebagai "kata yang diserap dari bahasa lain (baik bahasa asing maupun bahasa daerah) berdasarkan kaidah ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia."

Teori Kebahasaan dari Para Pakar / Tokoh Linguistik

Beberapa ilmuwan kebahasaan terkemuka Indonesia memberikan landasan teoritis mengenai fenomena penyerapan kata:

  • Prof. Dr. Anton M. Moeliono: Menjelaskan bahwa penyerapan kata adalah cerminan fleksibilitas dan daya adaptasi bahasa Indonesia. Penyerapan istilah terjadi untuk memenuhi keterandalan fungsional bahasa dalam ranah ilmiah dan profesional tanpa merusak tata bahasa dasarnya.
  • Prof. Dr. Harimurti Kridalaksana: Mengategorikan penyerapan ke dalam proses integrasi bahasa. Menurutnya, kata serapan adalah kosa kata yang masuk ke dalam bahasa penerima (recipient language) melalui proses penyesuaian kadar fonologis, morfologis, dan gramatikal.
  • Prof. Dr. J.S. Badudu: Menyatakan bahwa masuknya kata serapan didorong oleh kebutuhan mendesak akan istilah baru yang belum memiliki padanan presisi. Proses penyerapan kata melalui tahapan seleksi, penyesuaian ejaan, hingga akhirnya diakui dalam pemakaian resmi masyarakat.
  • E.U. Kratz: Menekankan bahwa kontak bahasa dan interaksi budaya antar-bangsa secara historis adalah pemicu utama masuknya kata asing, yang justru memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hidup dan dinamis.

2. Jenis-Jenis Kata Serapan Lengkap (Asal Bahasa dan Analisis Proses Penyerapan)

Kata serapan dalam bahasa Indonesia dapat diklasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang utama:

A. Berdasarkan Sifat Integrasi dan Analisis Detail Proses Penyerapannya

1. Kata Serapan Adopsi (Secara Utuh)
Unsur asing yang diserap secara total tanpa perubahan bentuk penulisan, ejaan, maupun pengucapan karena struktur fisiknya sudah selaras dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia atau telah disepakati secara internasional.

  • Internet (Asal: Bahasa Inggris - Internet)
    Proses Penyerapan: Diserap secara adopsi utuh tanpa mengubah ejaan maupun huruf kapitalnya karena merupakan nama jaringan komputer global yang sudah menjadi istilah teknis internasional baku.
  • Supermarket (Asal: Bahasa Inggris - Supermarket)
    Proses Penyerapan: Bentuk fisik kata diserap langsung secara utuh ke dalam kosa kata sehari-hari tanpa penyesuaian ejaan karena gugus konsonannya dapat dilafalkan secara alami oleh penutur Indonesia.
  • Film (Asal: Bahasa Inggris/Belanda - Film)
    Proses Penyerapan: Diserap utuh tanpa perubahan huruf. Meskipun terdiri dari gabungan konsonan 'l' dan 'm' di akhir kata, kata ini diadopsi langsung karena kepraktisan komunikatif.
  • Plaza (Asal: Bahasa Spanyol/Inggris - Plaza)
    Proses Penyerapan: Diadopsi utuh baik struktur ejaan maupun bunyi vocal/konsonannya untuk menggambarkan pusat perbelanjaan atau area terbuka publik.
  • Golf (Asal: Bahasa Inggris - Golf)
    Proses Penyerapan: Istilah olahraga ini diserap secara utuh tanpa modifikasi huruf untuk mempertahankan peristilahan internasional.
  • Radium (Asal: Bahasa Latin - Radium)
    Proses Penyerapan: Istilah unsur kimia ini diadopsi secara presisi dari bahasa Latin untuk menjaga standarisasi nama unsur dalam ilmu sains global.

2. Kata Serapan Adaptasi (Penyesuaian Ejaan dan Lafal)
Unsur asing yang ejaan, huruf, atau lafalnya disesuaikan dengan kaidah ortografi (EYD) dan fonologi bahasa Indonesia agar lebih mudah ditulis dan diucapkan.

  • Option → Opsi (Asal: Bahasa Inggris - Option / Belanda - Optie)
    Proses Penyerapan: Terjadi adaptasi fonetis dan ortografis. Akhiran -tion / -tie disesuaikan menurut kaidah EYD menjadi akhiran -si, serta huruf 'p' dan 't' diluluhkan menjadi bentuk baku opsi.
  • System → Sistem (Asal: Bahasa Inggris - System)
    Proses Penyerapan: Terjadi penyesuaian huruf vokal. Huruf y yang berfungsi sebagai bunyi vokal /i/ dalam bahasa Inggris diganti menjadi huruf i sesuai kaidah ortografi bahasa Indonesia.
  • University → Universitas (Asal: Bahasa Inggris - University / Belanda - Universiteit)
    Proses Penyerapan: Mengikuti aturan penyesuaian sufiks (akhiran) asing. Akhiran -ty atau -teit diserap dan diubah menjadi akhiran serapan baku -tas.

3. Kata Serapan Terjemahan (Penerjemahan Konsep)
Proses penyerapan dengan cara mengambil konsep dasar atau makna yang terkandung dalam kata/frasa asing, lalu mencari atau memadankan kosa kata yang paling sepadan secara langsung dalam bahasa Indonesia.

  • Download → Unduh (Asal: Bahasa Inggris - Download)
    Proses Penyerapan: Dilakukan penerjemahan konsep teknologi informasi. Konsep "mengambil data dari jaringan bawah/luar" diterjemahkan menggunakan kosa kata lokal (salah satunya dari bahasa Jawa) yaitu unduh (memetik/mengambil).
  • Upload → Unggah (Asal: Bahasa Inggris - Upload)
    Proses Penyerapan: Penerjemahan konsep "menaruh/mengirim data ke atas/jaringan". Dipadankan dengan kata unggah (menaikkan/membawa ke atas).
  • Overlap → Tumpang tindih (Asal: Bahasa Inggris - Overlap)
    Proses Penyerapan: Konsep dua hal yang saling menutupi satu sama lain diterjemahkan secara eksplisit menjadi frasa gabungan tumpang tindih.

4. Kata Serapan Kreasi (Inovasi dan Pembentukan Kosa Kata Baru)
Menciptakan kosa kata baru yang tidak selalu sama persis secara struktur fisik dengan kata asingnya, melainkan mengolah konsep makna asing menjadi kata baku baru (sering kali menggali kosa kata klasik, Sanskerta, atau bahasa daerah).

  • Effective → Mangkus (Asal Konsep: Bahasa Inggris - Effective)
    Proses Penyerapan: Para ahli bahasa tidak mengadaptasi bunyi kata *efektif* saja, melainkan merekonstruksi kata baru dari bahasa daerah (Minangkabau) yaitu mangkus yang berarti "berhasil guna / tepat sasaran".
  • Efficient → Sangkil (Asal Konsep: Bahasa Inggris - Efficient)
    Proses Penyerapan: Diciptakan dari pengalian kosa kata Nusantara yaitu sangkil yang secara konsep kreasi bermakna "berdaya guna / hemat dan tepat".
  • Novelty → Kebaruan (Asal Konsep: Bahasa Inggris - Novelty)
    Proses Penyerapan: Istilah ilmiah akademis ini diserap dengan cara kreasi afiksasi. Kata dasar baru diberi konfiks ke-...-an untuk mewakili konsep "unsur kebaruan/orisinalitas ilmiah".

B. Berdasarkan Rumpun Bahasa Asal (Sumber Historis)

Rumpun Bahasa Asal Latar Belakang Historis & Ranah Contoh Kata Serapan
Sanskerta / Jawa Kuno Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha, susastra klasik, dan tata negara. Raja, wanita, agama, surga, Pancasila, bahasa, suara, karya
Arab Pengaruh penyebaran Islam, perdagangan, hukum, dan keagamaan. Abad, gaib, hakim, hukum, khusus, musyawarah, rezeki, ilmiah
Tionghoa (Hokkien) Hubungan perdagangan laut, makanan, dan peralatan rumah tangga. Tahu, loteng, pisau, toko, mi, bakso, cawan, kecap
Portugis Penjelajahan awal dan perdagangan rempah-rempah abad ke-16. Gereja, meja, bendera, sepatu, keju, mentega, kemeja, pesta
Belanda Masa kolonialisme dan administrasi pemerintahan selama ratusan tahun. Kantor, gratis, kompor, knalpot, vonis, handuk, bioskop, sekolah
Inggris Era globalisasi, teknologi informasi, dan ilmu pengetahuan modern. Akses, komputer, korupsi, manajemen, roket, sains, industri

3. Syarat dan Ketentuan Keilmuan Penyerapan Istilah Asing

Sebelum suatu kata atau istilah asing diserap secara resmi ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tersebut harus memenuhi kriteria keilmuan berikut:

  • Syarat Kebutuhan Konsep: Istilah asing tersebut belum memiliki padanan kata yang tepat, presisi, atau sepadan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah di Nusantara.
  • Syarat Keharmonisan dan Konotasi: Kata asing yang dipilih memiliki konotasi baik, tidak konfliktif, serta tidak menimbulkan salah tafsir atau efek negatif dalam budaya lokal.
  • Syarat Efisiensi Komunikasi: Kata asing yang diserap jauh lebih singkat, efisien, dan praktis untuk digunakan dibanding jika harus diterjemahkan menjadi rangkaian frasa yang panjang.
  • Syarat Internasionalisasi Istilah: Memudahkan kesepakatan dan kelancaran komunikasi akademis antarilmuwan dalam bidang keilmuan tertentu.

4. Aturan Pedoman Penyesuaian Ejaan (Kaidah Adaptasi Ortografi)

Dalam proses adaptasi, perubahan huruf vokal, konsonan, dan akhiran dari bahasa asing harus tunduk pada kaidah EYD berikut:

A. Penyesuaian Huruf Vokal dan Konsonan Tunggal

  • Huruf c di depan huruf a, o, u atau konsonan berubah menjadi k.
    Contoh: Calorie → Kalori | Construction → Konstruksi
  • Huruf c di depan huruf e, i, y berubah menjadi s.
    Contoh: Central → Sentral | Cylinder → Silinder
  • Gabungan huruf cc di depan e, i berubah menjadi ks.
    Contoh: Accent → Aksen | Vaccine → Vaksin
  • Gabungan huruf ph berubah menjadi f.
    Contoh: Phase → Fase | Telephone → Telepon
  • Huruf q berubah menjadi k.
    Contoh: Quality → Kualitas | Frequency → Frekuensi
  • Huruf x pada awal kata tetap x, tetapi di tengah atau akhir kata berubah menjadi ks.
    Contoh: Xenon → Xenon | Executive → Eksekutif | Complex → Kompleks
  • Huruf y yang berfungsi sebagai vokal berubah menjadi i.
    Contoh: Analysis → Analisis | System → Sistem

B. Penyesuaian Akhiran Asing (Sufiks Keilmuan)

Kata asing yang berupa istilah ilmiah berakhiran tertentu disesuaikan penulisan akhirnya sebagai berikut:

  • Akhiran -ation atau -tie berubah menjadi -asi atau -si (Publication → Publikasi | Politie → Polisi)
  • Akhiran -ic atau -ics berubah menjadi -ik atau -ika (Logic → Logika | Electronic → Elektronik)
  • Akhiran -ism atau -isme berubah menjadi -isme (Nationalism → Nasionalisme | Realism → Realisme)
  • Akhiran -logy berubah menjadi -logi (Sociology → Sosiologi | Morphology → Morfologi)
  • Akhiran -ty berubah menjadi -tas (University → Universitas | Quality → Kualitas)
  • Akhiran -ive berubah menjadi -if (Active → Aktif | Productive → Produktif)

5. Urutan Prioritas Pemilihan Istilah (Hirarki Kebahasaan)

Dalam perumusan istilah teknis dan akademis, para ahli bahasa dan Pusat Bahasa menggunakan urutan prioritas baku sebagai berikut:

  1. Prioritas Utama (Bahasa Indonesia Baku): Menggunakan kosa kata baku bahasa Indonesia yang sudah ada dan lazim digunakan.
  2. Prioritas Kedua (Bahasa Daerah/Nusantara): Jika dalam bahasa Indonesia tidak ada, carilah istilah dari bahasa-bahasa daerah di Indonesia (Jawa Kuno, Sunda, Minang, Bugis, dll.) yang memiliki konsep tepat dan estetis.
  3. Prioritas Ketiga (Bahasa Asing): Jika dalam bahasa Indonesia maupun bahasa daerah tidak ditemukan padanan yang cocok, barulah menyerap dari bahasa asing (seperti Inggris, Arab, Belanda, dll.) melalui aturan adopsi atau adaptasi EYD.

Kesimpulan

Tata cara penyerapan bahasa asing ke bahasa Indonesia adalah sebuah proses keilmuan yang terstruktur dan sistematis. Melalui penerapan kaidah adopsi, adaptasi, penerjemahan, dan kreasi, bahasa Indonesia dapat berkembang secara modern, kaya akan kosa kata ilmiah, namun tetap mempertahankan identitas serta kaidah kebahasaannya.

إرسال تعليق

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.