Selain penulisan rincian data diri, ada banyak kesalahan tata bahasa dan format yang sangat sering "diwariskan" dari tahun ke tahun dalam pembuatan surat resmi. Banyak orang menganggapnya benar karena sering melihatnya, padahal secara kaidah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD Edisi V) dan Tata Naskah Dinas, hal tersebut keliru.
Berikut adalah daftar kesalahan umum dalam surat resmi beserta penjelasan dan dasar kaidah kebahasaannya yang telah dirangkum secara ringkas dan padat:
1 Pemborosan Kata "Kepada Yth."
Ini adalah kesalahan paling legendaris dalam surat-menyurat di Indonesia. Menggabungkan "Kepada" dan "Yth." adalah bentuk pleonasme (pemborosan kata yang maknanya tumpang tindih).
| ❌ Salah (Keliru) | ✅ Benar (Baku) |
|---|---|
| Kepada Yth. Bapak Budi | Yth. Bapak Budi |
| Kepada: Direktur PT Maju | Yth. Direktur PT Maju |
2 Sapaan "Bapak/Ibu" Digabung dengan Jabatan
Sering kali kita melihat penulisan "Yth. Bapak Kepala Dinas" atau "Yth. Ibu Direktur". Ini adalah kesalahan logika sapaan.
| ❌ Salah (Keliru) | ✅ Benar (Baku) |
|---|---|
| Yth. Bapak Kepala Sekolah | Yth. Kepala Sekolah |
| Yth. Ibu Direktur HRD | Yth. Direktur HRD |
| Yth. Bapak Budi Santoso | Yth. Budi Santoso (atau) Yth. Bapak Budi |
3 Kata Ganti "-nya" pada "Atas perhatiannya"
Pada paragraf penutup surat, kalimat "Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih" sangat sering digunakan, padahal keliru secara tata bahasa.
| ❌ Salah (Keliru) | ✅ Benar (Baku) |
|---|---|
| Atas perhatiannya, kami... | Atas perhatian Bapak/Ibu, kami... |
| Atas kerjasamanya, diucapkan... | Atas kerja sama Saudara, kami... |
4 Penulisan Kota pada Tanggal Surat (Jika Ada Kop)
Banyak yang masih menuliskan nama kota sebelum tanggal padahal surat tersebut sudah menggunakan Kop (Kepala) Surat.
| ❌ Salah (Keliru) | ✅ Benar (Baku) |
|---|---|
| (Memakai Kop Surat) Jakarta, 3 Agustus 2026 |
(Memakai Kop Surat) 3 Agustus 2026 |
| (Tanpa Kop Surat) 3 Agustus 2026 |
(Tanpa Kop Surat) Jakarta, 3 Agustus 2026 |
5 Penulisan Angka pada "Lampiran"
Sering ditulis berlebihan seperti ini: Lampiran: 1 (satu) berkas atau Lampiran: 2 lembar.
| ❌ Salah (Keliru) | ✅ Benar (Baku) |
|---|---|
| Lampiran: 1 (satu) berkas | Lampiran: Satu berkas |
| Lampiran: 25 lembar | Lampiran: 25 lembar (angka, karena lebih dari 2 kata) |
6 Penggunaan Kata "di Tempat"
Pada bagian alamat tujuan, penulisan sering ditutup dengan kata "di Tempat" (contoh: Yth. Budi Santoso di Tempat).
| ❌ Kurang Tepat | ✅ Benar (Baku) |
|---|---|
| di Tempat / ditempat | di Jakarta |
| di-Tempat | di Gedung Sudirman |