Dilengkapi Metode Penelitian, Objek Penelitian,
Teknik Pengumpulan Data, dan Hasil Penelitian
Disusun sesuai kaidah karya tulis ilmiah nasional
Daftar Isi Panduan
• I. Pendahuluan: Pengertian, Jenis, dan Ciri Bahasa
Makalah
• II. Format Umum Penulisan Makalah
• III. Struktur Lengkap Makalah (8 Bagian)
• IV. Panduan Khusus Metode Penelitian
• V. Langkah-Langkah Praktis Menyusun Makalah
• VI. Daftar Periksa (Checklist) Sebelum Dikumpulkan
• VII. Penutup dan Daftar Referensi
I. Pendahuluan
A. Pengertian Makalah
Makalah adalah salah satu
bentuk karya tulis ilmiah yang membahas suatu pokok masalah berdasarkan data
yang diperoleh dari lapangan maupun kajian pustaka, disusun secara sistematis
dan objektif, serta mengikuti kaidah keilmuan yang berlaku. Bagi siswa SMA,
makalah biasanya dibuat sebagai tugas mata pelajaran (Bahasa Indonesia, IPA,
IPS, PPKn, dan lain-lain) untuk melatih kemampuan berpikir kritis, meneliti,
dan menulis secara ilmiah.
B. Jenis-Jenis
Makalah
Makalah Deskriptif (Kajian Pustaka): Membahas suatu topik berdasarkan telaah dari berbagai
sumber tertulis (buku, jurnal, artikel) tanpa penelitian lapangan. Cocok untuk
topik konsep, sejarah, atau teori.
Makalah Hasil Penelitian (Lapangan): Membahas suatu masalah berdasarkan data yang dikumpulkan
langsung dari objek penelitian melalui observasi, wawancara, atau angket,
sehingga memuat metode penelitian, objek penelitian, teknik pengumpulan data,
dan hasil penelitian secara eksplisit.
Makalah Gabungan (Deskriptif dan
Lapangan): Memadukan kajian teori
dari pustaka dengan data lapangan sebagai bukti pendukung; jenis ini paling
umum dipakai untuk tugas makalah SMA karena melatih siswa berpikir teoretis
sekaligus empiris.
C. Ciri Bahasa Ilmiah
dalam Makalah
• Objektif: pernyataan didasarkan pada
fakta dan data, bukan opini pribadi yang tidak berdasar.
• Jelas dan lugas: kalimat disusun
secara langsung, tidak bermakna ganda (ambigu).
• Cermat dan tepat: pemilihan kata
(diksi) sesuai kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI/EYD).
• Konsisten: penggunaan istilah,
singkatan, dan format penulisan sama dari awal hingga akhir.
• Ragam baku: menghindari bahasa gaul,
singkatan tidak resmi, atau kalimat percakapan sehari-hari.
II. Format Umum Penulisan Makalah
|
Ukuran
kertas |
A4
(21 x 29,7 cm) |
|
Jenis
huruf |
Times
New Roman |
|
Ukuran
huruf |
12
pt untuk isi; 14 pt (tebal) untuk judul bab |
|
Spasi
(line spacing) |
1,5
spasi untuk isi; 1 spasi untuk kutipan langsung panjang dan catatan kaki |
|
Margin |
Atas
4 cm, Kiri 4 cm, Bawah 3 cm, Kanan 3 cm |
|
Perataan
teks |
Rata
kiri-kanan (justify) |
|
Penomoran
halaman awal |
Angka
Romawi kecil (i, ii, iii, ...) untuk Kata Pengantar dan Daftar Isi |
|
Penomoran
halaman isi |
Angka
Arab (1, 2, 3, ...) mulai dari BAB I Pendahuluan |
|
Penomoran
bab |
Angka
Romawi besar (BAB I, BAB II, BAB III) dicetak tebal dan diletakkan di tengah
(center) |
Format
ini merupakan standar umum yang banyak diadopsi oleh satuan pendidikan di
Indonesia dan mengacu pada kaidah penulisan karya ilmiah yang berlaku di
perguruan tinggi maupun pedoman Kepala LIPI Nomor 04/E/2012 tentang Pedoman
Karya Tulis Ilmiah, yang menjadi acuan umum penulisan karya ilmiah di
Indonesia. Guru atau sekolah dapat menetapkan format yang sedikit berbeda;
siswa disarankan mengikuti pedoman spesifik dari sekolah apabila tersedia.
III. Struktur Lengkap Makalah
1. Sampul (Cover)
Halaman pertama yang
memuat identitas makalah secara ringkas dan menarik. Sampul tidak diberi nomor
halaman namun tetap dihitung sebagai halaman pertama.
Unsur/Isi:
• Judul makalah (huruf kapital, tebal,
ukuran lebih besar dari teks biasa)
• Logo sekolah (jika ditentukan oleh
sekolah)
• Keterangan tujuan pembuatan, misalnya
'Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran ...'
• Nama penyusun, kelas, dan Nomor Induk
Siswa (NIS)
• Nama sekolah, kota, dan tahun
penyusunan
Contoh:
MAKALAH
PENGARUH PENGGUNAAN
MEDIA SOSIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TUBAN
Disusun untuk memenuhi
tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
Oleh:
Andi Prasetyo
Kelas XI IPA 2 / NIS
12345
SMA NEGERI 1 TUBAN
2026
2. Kata Pengantar
Halaman berisi ungkapan
penulis sebelum masuk ke isi makalah. Ditulis dengan bahasa yang santun dan
tidak terlalu panjang (maksimal satu halaman).
Unsur/Isi:
• Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha
Esa atas selesainya makalah
• Penjelasan singkat tujuan dan latar
belakang penulisan makalah
• Ucapan terima kasih kepada pihak yang
membantu (guru pembimbing, orang tua, teman)
• Pengakuan atas kekurangan makalah
serta harapan adanya kritik dan saran membangun
• Harapan agar makalah bermanfaat bagi
pembaca
• Tempat, tanggal penulisan, dan nama
penulis di bagian akhir
Contoh:
Puji syukur penulis
panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya makalah
berjudul "Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Prestasi Belajar
Siswa" ini dapat diselesaikan tepat waktu. Makalah ini disusun untuk
memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus melatih kemampuan penulis
dalam berpikir kritis dan ilmiah. Penulis mengucapkan terima kasih kepada
Ibu/Bapak guru pembimbing serta teman-teman yang telah membantu proses
penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna,
sehingga kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan
di masa mendatang.
3. Daftar Isi
Halaman yang memuat
kerangka makalah lengkap dengan nomor halaman, memudahkan pembaca menemukan
bagian tertentu.
Unsur/Isi:
• Mencantumkan seluruh judul bab dan
subbab sesuai urutan kemunculan dalam makalah
• Mencantumkan nomor halaman di sisi
kanan tiap judul, biasanya dihubungkan dengan titik-titik (dot leader)
• Disusun otomatis melalui fitur Table
of Contents pada aplikasi pengolah kata agar akurat
Contoh:
KATA PENGANTAR
......................................... i
DAFTAR ISI
................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
..................................... 1
A. Latar Belakang
....................................... 1
B. Rumusan Masalah .....................................
2
C. Tujuan Penulisan
..................................... 2
D. Metode Penelitian
.................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
....................................... 3
BAB III PENUTUP
.......................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
........................................... 9
LAMPIRAN
................................................. 10
4. BAB I Pendahuluan
Bagian pembuka yang
menjelaskan mengapa dan bagaimana masalah dalam makalah ini diteliti serta
dibahas. Umumnya berjumlah sekitar 15-20% dari keseluruhan halaman isi.
Unsur/Isi:
• A. Latar Belakang: menjelaskan alasan
pentingnya topik dibahas, fenomena/fakta yang melatarbelakangi, dan kesenjangan
yang ingin dijawab.
• B. Rumusan Masalah: berupa kalimat
tanya yang menjadi fokus pembahasan makalah, biasanya 2-4 pertanyaan.
• C. Tujuan Penulisan: menjawab rumusan
masalah dalam bentuk pernyataan tujuan, sejalan satu-satu dengan tiap rumusan
masalah.
• D. Manfaat Penulisan: menjelaskan
kegunaan makalah secara teoretis (menambah wawasan keilmuan) dan praktis (bagi
siswa, sekolah, atau masyarakat).
• E. Metode Penelitian: menjelaskan
cara penulis memperoleh dan mengolah data, mencakup jenis penelitian, objek
penelitian, dan teknik pengumpulan data (dijelaskan rinci pada bagian
tersendiri di bawah).
Contoh:
Latar Belakang: Di era
digital, media sosial menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan siswa
SMA. Berdasarkan pengamatan awal, banyak siswa menghabiskan lebih dari empat
jam sehari untuk mengakses media sosial, yang berpotensi memengaruhi waktu
belajar dan konsentrasi. Oleh karena itu, penulis tertarik mengkaji pengaruh
penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1
Tuban.
Rumusan Masalah:
1. Bagaimana pola
penggunaan media sosial di kalangan siswa kelas XI?
2. Bagaimana pengaruh
penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar siswa?
Tujuan Penulisan:
1. Mendeskripsikan pola
penggunaan media sosial di kalangan siswa kelas XI.
2. Menganalisis
pengaruh penggunaan media sosial terhadap prestasi belajar siswa.
5. BAB II Pembahasan
Bagian inti makalah yang
memuat kajian teori, deskripsi objek penelitian, penyajian data, dan analisis
atau hasil penelitian. Bagian ini merupakan porsi terbesar makalah, sekitar
65-70% dari keseluruhan halaman isi.
Unsur/Isi:
• A. Kajian Teori/Konsep Dasar: memuat
definisi dan teori yang relevan dari berbagai sumber pustaka, disusun dengan
mengutip dan mencantumkan sumber secara benar (bodynote atau catatan kaki).
• B. Objek Penelitian: menjelaskan
subjek/objek yang diteliti, misalnya siswa kelas tertentu, jumlah responden,
atau lokasi penelitian, disertai alasan pemilihan objek tersebut.
• C. Hasil Penelitian dan Pembahasan:
menyajikan data yang diperoleh (dapat berupa tabel, grafik, atau narasi)
beserta analisis dan interpretasinya, dikaitkan dengan teori pada bagian kajian
teori.
• D. Pembahasan tambahan (jika ada):
menjawab tiap rumusan masalah satu per satu secara berurutan dan sistematis.
Contoh:
Objek Penelitian:
Penelitian ini dilakukan terhadap 30 siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Tuban
yang dipilih secara acak (random sampling) sebagai representasi populasi siswa
kelas XI. Pemilihan objek didasarkan pada pertimbangan keterwakilan jumlah dan
keragaman aktivitas penggunaan media sosial di kalangan siswa tersebut.
Hasil Penelitian:
Berdasarkan angket yang disebarkan, sebanyak 70% responden menggunakan media
sosial lebih dari empat jam per hari, dan 60% di antaranya mengaku sering
menunda waktu belajar karena bermain media sosial. Data ini menunjukkan adanya
kecenderungan hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan penurunan
waktu belajar efektif siswa.
6. BAB III Penutup
Bagian akhir yang
merangkum keseluruhan pembahasan dan memberikan rekomendasi. Umumnya berjumlah
sekitar 10-15% dari keseluruhan halaman isi.
Unsur/Isi:
• A. Kesimpulan: menjawab rumusan
masalah secara ringkas berdasarkan hasil pembahasan pada BAB II, disusun sistematis
sesuai urutan rumusan masalah.
• B. Saran: berisi rekomendasi praktis
bagi pihak terkait (siswa, guru, sekolah, atau peneliti selanjutnya)
berdasarkan temuan makalah.
Contoh:
Kesimpulan: Berdasarkan
hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI
menggunakan media sosial secara intensif, dan penggunaan yang berlebihan
terbukti berdampak pada penurunan waktu belajar serta konsentrasi siswa.
Saran: Siswa disarankan
mengatur waktu penggunaan media sosial secara bijak, misalnya dengan menetapkan
jadwal khusus belajar tanpa gangguan gawai. Pihak sekolah disarankan mengadakan
sosialisasi literasi digital untuk membantu siswa menggunakan media sosial
secara lebih produktif.
7. Daftar Pustaka
Daftar seluruh sumber
referensi (buku, jurnal, artikel, situs web resmi) yang dikutip atau dijadikan
rujukan dalam makalah. Berfungsi menjaga kredibilitas penulis dan mencegah
plagiarisme.
Unsur/Isi:
• Disusun berdasarkan urutan abjad nama
belakang penulis.
• Format umum (gaya APA): Nama
belakang, Nama depan (disingkat). (Tahun). Judul buku (dicetak miring). Kota
Terbit: Penerbit.
• Untuk artikel jurnal: Nama belakang,
Nama depan (disingkat). (Tahun). Judul artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor),
halaman.
• Untuk sumber internet: Nama belakang,
Nama depan (disingkat) atau nama lembaga. (Tahun). Judul artikel. Diakses dari
[alamat situs], tanggal akses dicantumkan bila diperlukan.
• Semua sumber yang dikutip dalam teks
(baik melalui bodynote maupun catatan kaki) wajib muncul dalam daftar pustaka,
dan sebaliknya.
Contoh:
Keraf, G. (2010). Diksi
dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Sugiyono. (2019).
Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung:
Alfabeta.
8. Lampiran
Bagian tambahan berisi
dokumen pendukung yang memperkuat keaslian data penelitian, namun tidak perlu
dimasukkan ke badan makalah agar tidak mengganggu alur pembahasan.
Unsur/Isi:
• Instrumen penelitian: lembar
angket/kuesioner, pedoman wawancara, atau lembar observasi yang digunakan
• Data mentah hasil penelitian:
tabulasi jawaban responden atau catatan hasil wawancara
• Dokumentasi kegiatan: foto saat
pengumpulan data (observasi, wawancara, penyebaran angket)
• Biodata singkat penulis (opsional,
sesuai ketentuan sekolah)
Contoh:
Lampiran 1: Lembar
Angket Penelitian
Lampiran 2:
Rekapitulasi Data Hasil Angket
Lampiran 3: Dokumentasi
Kegiatan Penyebaran Angket
Lampiran 4: Biodata
Penulis
IV. Panduan Khusus: Metode Penelitian dalam Makalah
Bagi
makalah yang memuat data lapangan (bukan sekadar kajian pustaka), bagian metode
penelitian wajib dicantumkan pada BAB I agar pembaca memahami bagaimana data
diperoleh dan dapat menilai kredibilitas hasil penelitian.
a. Jenis Penelitian
Untuk tingkat SMA, jenis
penelitian yang lazim digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu penelitian
yang bertujuan menggambarkan suatu fenomena apa adanya tanpa memberikan
perlakuan (treatment) khusus.
• Penelitian deskriptif kualitatif:
menghasilkan data berupa kata-kata/narasi, cocok untuk topik yang bersifat
pemaknaan atau pengalaman, misalnya persepsi siswa terhadap suatu isu.
• Penelitian deskriptif kuantitatif:
menghasilkan data berupa angka yang diolah secara statistik sederhana
(persentase, rata-rata), cocok untuk topik yang dapat diukur, misalnya jumlah
waktu penggunaan gawai.
• Studi kepustakaan (library research):
tidak melibatkan responden, data diperoleh dari analisis buku, jurnal, dan
dokumen tertulis lainnya.
b. Objek Penelitian
Objek penelitian adalah
sasaran yang menjadi fokus kajian, dapat berupa orang (populasi/sampel),
tempat, peristiwa, atau dokumen. Bagian ini menjelaskan siapa/apa yang
diteliti, berapa jumlahnya, dan di mana penelitian dilaksanakan.
• Populasi: keseluruhan subjek yang
menjadi target penelitian, misalnya seluruh siswa kelas XI di suatu sekolah.
• Sampel: sebagian dari populasi yang
benar-benar diteliti karena keterbatasan waktu dan tenaga, dipilih dengan
teknik tertentu (misalnya acak/random sampling atau purposive sampling berdasarkan
kriteria tertentu).
• Lokasi dan waktu penelitian:
mencantumkan tempat dan periode pelaksanaan penelitian secara jelas.
c. Teknik Pengumpulan Data
Cara yang digunakan
penulis untuk memperoleh data dari objek penelitian. Teknik yang dipilih harus
sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan.
• Observasi: pengamatan langsung
terhadap objek/peristiwa untuk mencatat fakta yang terjadi secara sistematis,
misalnya mengamati kebiasaan siswa di perpustakaan.
• Wawancara: tanya jawab langsung
dengan narasumber (guru, siswa, ahli) menggunakan pedoman wawancara untuk
menggali informasi mendalam.
• Angket/Kuesioner: daftar pertanyaan
tertulis yang dibagikan kepada responden untuk memperoleh data dari banyak
orang secara efisien, cocok untuk penelitian kuantitatif.
• Studi dokumentasi/kepustakaan:
mengumpulkan data dari dokumen, arsip, buku, jurnal, atau berita yang relevan
dengan topik penelitian.
d. Teknik Analisis dan Penyajian Hasil
Penelitian
Setelah data terkumpul,
data perlu diolah dan disajikan secara sistematis pada BAB II sebelum
diinterpretasikan.
• Data kuantitatif (angket) biasanya
disajikan dalam bentuk tabel frekuensi, diagram (pie chart/bar chart), atau
persentase, kemudian diberi penjelasan naratif.
• Data kualitatif (wawancara/observasi)
biasanya disajikan dalam bentuk narasi deskriptif, dapat dilengkapi kutipan
langsung dari narasumber sebagai bukti pendukung.
• Hasil penelitian pada BAB II
sebaiknya dikaitkan kembali dengan kajian teori agar analisis lebih kuat, bukan
sekadar melaporkan angka.
V. Langkah-Langkah Praktis Menyusun Makalah
1. Menentukan topik dan judul yang
spesifik, menarik, dan sesuai dengan mata pelajaran atau tugas yang diberikan.
2. Menyusun rumusan masalah dan kerangka
(outline) sementara sebagai peta pikiran isi makalah.
3. Mengumpulkan sumber pustaka (buku,
jurnal, artikel resmi) sebagai dasar kajian teori.
4. Jika diperlukan, merancang instrumen
penelitian (angket/pedoman wawancara) dan melakukan pengumpulan data di
lapangan.
5. Mengolah dan menganalisis data yang
telah terkumpul, lalu menuliskannya pada BAB II.
6. Menulis BAB I, II, dan III secara
berurutan, dilanjutkan menyusun Daftar Pustaka dari seluruh sumber yang
dikutip.
7. Melengkapi bagian awal (sampul, kata
pengantar, daftar isi) setelah seluruh isi selesai ditulis agar nomor halaman
akurat.
8. Menyunting (editing) keseluruhan
makalah dari segi ejaan (PUEBI), konsistensi format, dan kejelasan kalimat.
9. Mencetak dan menjilid makalah sesuai
ketentuan yang diberikan oleh guru atau sekolah.
VI. Daftar Periksa (Checklist) Sebelum Makalah Dikumpulkan
• Sampul memuat judul, identitas
penulis, dan identitas sekolah secara lengkap dan sesuai format
• Kata Pengantar berisi ucapan syukur,
tujuan penulisan, ucapan terima kasih, dan harapan kritik/saran
• Daftar Isi sudah sesuai dengan judul
bab/subbab dan nomor halaman yang sebenarnya
• Rumusan masalah, tujuan penulisan,
dan kesimpulan saling berkaitan satu sama lain (konsisten)
• Metode penelitian (jenis penelitian,
objek penelitian, teknik pengumpulan data) sudah dijelaskan bila makalah memuat
data lapangan
• Semua kutipan dalam teks memiliki
sumber yang jelas dan tercantum di Daftar Pustaka
• Format penulisan (jenis huruf,
ukuran, spasi, margin) konsisten dari awal hingga akhir
• Tidak ada kesalahan ejaan dan tanda
baca sesuai kaidah PUEBI
• Lampiran memuat instrumen dan
dokumentasi pendukung data penelitian
VII. Penutup
Menyusun makalah yang
baik bukan sekadar memenuhi tugas sekolah, melainkan melatih siswa berpikir sistematis,
kritis, dan bertanggung jawab terhadap sumber informasi yang digunakan. Dengan
mengikuti struktur baku (Sampul, Kata Pengantar, Daftar Isi, BAB I Pendahuluan,
BAB II Pembahasan, BAB III Penutup, Daftar Pustaka, dan Lampiran) serta
memperhatikan kaidah metode penelitian sederhana, siswa SMA dapat menghasilkan
karya tulis ilmiah yang sesuai dengan standar akademik nasional dan siap
menjadi bekal saat menempuh jenjang pendidikan tinggi.
Daftar Referensi
Panduan Ini
• Peraturan Kepala Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nomor 04/E/2012 tentang Pedoman Karya Tulis
Ilmiah.
• Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
• Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya
Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
• Sugiyono. (2019). Metode Penelitian
Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
• American Psychological Association.
(2020). Publication Manual of the American Psychological Association (7th ed.).
Washington, DC: APA.
• Buku Pedoman Penulisan Karya Tulis
Ilmiah, berbagai perguruan tinggi di Indonesia (sebagai acuan pembanding
sistematika dan teknik penulisan).