Ingin ikuti bimbel, atau ingin beli lisensi tema blog ini ? Hubungi Sekarang Hubungi Sekarang!
Postingan

Materi ini membahas kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia menurut kaidah tata bahasa baku (merujuk pada Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia) dan ejaan resmi. Isinya mencakup konsep, jenis, konjungsi, kaidah tanda baca, kesalahan umum, contoh, latihan soal, dan kunci jawaban.

A. Konsep Dasar

Klausa adalah satuan gramatikal yang terdiri atas subjek (S) dan predikat (P), dengan atau tanpa objek (O), pelengkap (Pel), dan keterangan (Ket). Contoh: Adik menangis. (S = adik, P = menangis)
  • Kalimat tunggal hanya memiliki satu klausa. Contoh: Ibu memasak di dapur.
  • Kalimat majemuk memiliki dua klausa atau lebih. Contoh: Ibu memasak, dan Ayah membaca koran.

Menurut hubungan antarklausanya, kalimat majemuk dibagi menjadi tiga jenis:

  1. Kalimat majemuk setara (koordinatif),
  2. Kalimat majemuk bertingkat (subordinatif),
  3. Kalimat majemuk campuran (gabungan keduanya).

Klausa bebas dan klausa terikat

  • Klausa bebas dapat berdiri sendiri sebagai kalimat. Contoh: Ayah membaca koran.
  • Klausa terikat tidak dapat berdiri sendiri karena diawali konjungsi subordinatif. Contoh: karena hujan turun, jika kamu rajin.

B. Kalimat Majemuk Setara (Koordinatif)

1. Pengertian

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang klausanya sederajat. Setiap klausa dapat berdiri sendiri sebagai kalimat. Klausa-klausa itu dihubungkan oleh konjungsi koordinatif atau hanya oleh tanda baca.

Pola: Klausa 1 + konjungsi koordinatif + Klausa 2

Contoh: Rina menyanyi (S1 P1) dan Dewi menari (S2 P2).

2. Jenis hubungan dan konjungsinya

HubunganKonjungsiContoh
Penjumlahandan, sertaAyah membaca koran dan Ibu menyiram bunga.
PemilihanatauKamu yang berangkat atau aku yang berangkat.
Pertentangantetapi, melainkan, sedangkan, padahal, hanyaDia rajin, tetapi nilainya belum memuaskan.
Urutan waktulalu, kemudianDia mencuci tangan, lalu makan.
Penegasanbahkan, malahanDia tidak marah, bahkan tersenyum.
Tanpa konjungsikoma atau titik komaIa datang, ia melihat, ia menang.
Catatan: namun, akan tetapi, lagi pula, jadi, dan oleh karena itu lazimnya berfungsi sebagai konjungsi antarkalimat (memulai kalimat baru, diikuti koma), bukan penghubung klausa dalam satu kalimat. Contoh: Dia rajin. Namun, nilainya belum memuaskan.

3. Kaidah penting

  1. Kedua klausa sederajat dan masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap.
  2. Urutan klausa pada hubungan penjumlahan dan pemilihan umumnya dapat ditukar tanpa mengubah makna pokok. Pada hubungan urutan waktu dan pertentangan, pertukaran mengubah makna atau merusak kalimat.
  3. Tanda koma dipakai di antara kalimat setara yang didahului tetapi atau melainkan (sesuai ketentuan ejaan). Penggunaan koma sebelum sedangkan juga lazim. Contoh: Dia pandai, tetapi malas.
  4. Sebelum dan dan atau, koma tidak diwajibkan. Dalam praktik, koma dipakai bila klausanya panjang atau subjeknya berbeda agar mudah dibaca.
  5. Melainkan dipakai setelah klausa negatif. Contoh: Dia bukan malas, melainkan lelah. Bandingkan dengan tetapi pada klausa positif atau negatif: Dia lelah, tetapi tetap bekerja.
  6. Pelesapan subjek. Jika subjek kedua klausa sama, subjek di klausa kedua biasanya dilesapkan. Kalimat yang demikian disebut kalimat majemuk rapatan. Contoh: Ia mandi, lalu (ia) berangkat.

C. Kalimat Majemuk Bertingkat (Subordinatif)

1. Pengertian

Kalimat majemuk bertingkat terdiri atas induk kalimat (klausa utama, klausa bebas) dan satu atau lebih anak kalimat (klausa bawahan, klausa terikat). Anak kalimat diawali konjungsi subordinatif dan tidak dapat berdiri sendiri.

Pola: Induk kalimat + konjungsi + anak kalimat, atau konjungsi + anak kalimat, induk kalimat.

Contoh: Dia tidak masuk (induk) karena ia sakit (anak kalimat).

2. Fungsi anak kalimat

  • Pengganti nomina (mengisi fungsi subjek, objek, atau pelengkap), memakai bahwa. Contoh: Guru menyatakan bahwa ujian ditunda.
  • Keterangan (waktu, sebab, syarat, tujuan, dan seterusnya). Contoh: Kami pulang setelah hujan reda.
  • Pewatas (atributif) pada nomina, memakai yang. Contoh: Buku yang kubeli kemarin sangat tebal.

3. Hubungan dan konjungsi subordinatif

HubunganKonjungsiContoh
Waktuketika, sewaktu, tatkala, sebelum, sesudah, setelah, sejak, selama, sambil, seraya, sampai, hinggaSetelah hujan reda, kami pulang.
Syaratjika, kalau, apabila, bila, manakala, asalkanKamu lulus jika kamu rajin belajar.
Pengandaianandaikan, seandainya, andaikata, sekiranyaSeandainya aku kaya, aku akan berkeliling dunia.
Tujuanagar, supaya, biar, untuk*Dia belajar giat agar lulus ujian.
Sebabkarena, sebab, lantaran, oleh karenaJalan macet karena ada kecelakaan.
Akibat (hasil)sehingga, sampai-sampai, makaHujan turun deras sehingga jalan banjir.
Konsesif (perlawanan)meskipun, walaupun, kendatipun, biarpun, sekalipun, sungguhpunMeskipun lelah, dia tetap bekerja.
Cara dan alatdengan, tanpaDia sukses dengan bekerja keras.
Pembandinganseperti, bagaikan, seolah-olah, seakan-akan, sebagaimana, daripadaDia berlari seperti dikejar anjing.
Penjelasan isi (komplementasi)bahwaDia tahu bahwa kamu berbohong.
Pewatas (atributif)yangAnak yang rajin disayang guru.

*untuk dan dengan dapat berfungsi sebagai preposisi (kata depan) atau konjungsi, bergantung pada unsur yang mengikutinya. Disebut konjungsi bila diikuti klausa, misalnya verba atau frasa verbal. Sehingga dan sampai dapat menyatakan waktu maupun akibat, bergantung pada konteks.

4. Kaidah penting

  1. Anak kalimat di depan induk kalimat dipisah dengan koma. Contoh: Karena sakit, dia tidak masuk.
  2. Anak kalimat di belakang induk kalimat tidak didahului koma. Contoh: Dia tidak masuk karena sakit.
  3. Anak kalimat tidak boleh berdiri sendiri sebagai kalimat. Karena dia sakit. adalah fragmen (kalimat tidak lengkap), kecuali sebagai jawaban atas pertanyaan dalam dialog.
  4. Jangan memakai dua konjungsi yang sama fungsinya pada klausa yang berbeda dalam satu kalimat. Hindari walaupun ... tetapi dan meskipun ... namun. Konstruksi karena ... maka dan jika ... maka juga sebaiknya dihindari karena boros, meskipun sering ditemui.
  5. Subjek anak kalimat boleh dilesapkan bila sama dengan subjek induk. Contoh: Setelah (kami) makan, kami salat.

D. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran memiliki sekurang-kurangnya tiga klausa, terdiri atas unsur setara dan unsur bertingkat sekaligus.

Ayah membaca koran dan Ibu memasak ketika hujan turun.
  • Klausa 1: Ayah membaca koran.
  • Klausa 2: Ibu memasak. (setara dengan klausa 1)
  • Klausa 3: ketika hujan turun. (anak kalimat waktu)

Contoh lain: Dia berangkat pagi-pagi karena ingin tiba lebih awal, tetapi jalan sudah macet.

E. Perbedaan Ringkas

AspekSetaraBertingkat
Kedudukan klausaSederajatInduk dan anak
Jenis konjungsiKoordinatif (dan, atau, tetapi, lalu)Subordinatif (karena, jika, meskipun, bahwa, yang)
Dapat berdiri sendiriSemua klausaHanya induk kalimat
Posisi klausaCenderung tetapAnak kalimat dapat di depan atau di belakang
Tanda komaSebelum tetapi, melainkan (dan lazim sebelum sedangkan)Setelah anak kalimat yang mendahului induk

Trik membedakan:

  1. Pisahkan kalimat pada konjungsinya.
  2. Jika kedua bagian dapat menjadi kalimat sendiri, kalimat itu setara.
  3. Jika satu bagian tidak lengkap (misalnya Karena hujan.), kalimat itu bertingkat.
  4. Jika ada tiga klausa atau lebih dengan dua jenis hubungan, kalimat itu campuran.

F. Kesalahan yang Sering Terjadi

Jenis kesalahanSalahBenar
Fragmen (anak kalimat berdiri sendiri)Meskipun dia kaya.Meskipun dia kaya, dia sederhana.
Konjungsi gandaWalaupun miskin, tetapi dia jujur.Walaupun miskin, dia jujur. / Dia miskin, tetapi jujur.
Salah memilih konjungsiDia bukan malas tetapi lelah.Dia bukan malas, melainkan lelah.
Koma sebelum anak kalimat di belakangDia pulang, karena sakit.Dia pulang karena sakit.
Tidak ada koma setelah anak kalimat di depanKarena sakit dia pulang.Karena sakit, dia pulang.
Konjungsi antarkalimat dipakai sebagai konjungsi dalam kalimatDia rajin namun malas bangun pagi. (kurang baku)Dia rajin, tetapi malas bangun pagi. / Dia rajin. Namun, dia malas bangun pagi.

G. Latihan Soal

Bagian 1. Tentukan jenis kalimat (setara, bertingkat, atau campuran)

  1. Andi bermain bola, sedangkan adiknya bermain layangan.
  2. Kami tidak berangkat karena hujan lebat.
  3. Jika kamu rajin, nilaimu akan baik.
  4. Dia membuka pintu, lalu masuk ke kamar.
  5. Meskipun sudah larut malam, dia masih belajar.
  6. Ibu memasak di dapur dan Ayah membaca koran ketika adik tidur.

Bagian 2. Tentukan hubungan konjungsinya

  1. Dia sakit, tetapi tetap masuk sekolah.
  2. Ibu menabung agar adik dapat kuliah.
  3. Setelah makan, kami salat.
  4. Kamu ikut kami, atau tinggal di rumah?
  5. Guru menyampaikan bahwa besok libur.

Bagian 3. Tentukan induk kalimat dan anak kalimat

  1. Kami pulang setelah hujan reda.
  2. Buku yang kubeli kemarin sangat tebal.

Bagian 4. Perbaiki kalimat yang salah

  1. Walaupun hujan deras, tetapi pertandingan tetap berlangsung.
  2. Dia bukan pemalas tetapi pekerja keras.
  3. Karena sakit perut.
  4. Dia datang terlambat, karena macet.

Bagian 5. Gabungkan menjadi satu kalimat

  1. Budi belajar giat. Budi ingin juara kelas. (bertingkat, tujuan)
  2. Rina pandai. Rina sombong. (setara, pertentangan)

Bagian 6. Pilihan ganda

  1. Kalimat berikut yang termasuk kalimat majemuk bertingkat adalah ....
    A. Ayah membaca koran, Ibu memasak.
    B. Dia pandai, tetapi malas.
    C. Adik menangis karena jatuh dari sepeda.
    D. Kami makan, lalu tidur.
  2. Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat Dia bukan pemalas, ... pekerja keras. adalah ....
    A. tetapi   B. melainkan   C. sehingga   D. karena
  3. Kalimat dengan tanda baca yang benar adalah ....
    A. Dia pulang, karena sakit.
    B. Karena sakit dia pulang.
    C. Karena sakit, dia pulang.
    D. Dia, pulang karena sakit.
  4. Kesalahan pada kalimat Meskipun miskin, tetapi dia jujur. adalah ....
    A. konjungsi ganda   B. fragmen   C. salah koma   D. tidak ada kesalahan
  5. Kalimat Ayah membaca koran dan Ibu memasak ketika hujan turun. termasuk kalimat majemuk ....
    A. setara   B. bertingkat   C. campuran   D. tunggal

H. Kunci Jawaban dan Pembahasan

Klik untuk melihat kunci jawaban
  1. Setara (pertentangan, konjungsi sedangkan).
  2. Bertingkat (sebab). Induk: Kami tidak berangkat; anak: karena hujan lebat.
  3. Bertingkat (syarat). Anak kalimat di depan, sehingga diikuti koma.
  4. Setara (urutan waktu, konjungsi lalu). Subjek klausa kedua dilesapkan (rapatan).
  5. Bertingkat (konsesif). Anak: Meskipun sudah larut malam.
  6. Campuran. Klausa 1 dan 2 setara (dan), klausa 3 anak kalimat waktu (ketika).
  7. Pertentangan (setara).
  8. Tujuan (bertingkat).
  9. Waktu (bertingkat). Subjek anak kalimat (kami) dilesapkan.
  10. Pemilihan (setara).
  11. Penjelasan isi/komplementasi (bertingkat). Anak kalimat mengisi fungsi objek.
  12. Induk: Kami pulang. Anak: setelah hujan reda (keterangan waktu).
  13. Induk: Buku ... sangat tebal. Anak: yang kubeli kemarin (pewatas atributif pada buku).
  14. Hapus tetapi: Walaupun hujan deras, pertandingan tetap berlangsung.
  15. Gunakan melainkan dan beri koma: Dia bukan pemalas, melainkan pekerja keras.
  16. Fragmen. Contoh perbaikan: Dia tidak masuk karena sakit perut.
  17. Hapus koma: Dia datang terlambat karena macet.
  18. Budi belajar giat agar menjadi juara kelas.
  19. Rina pandai, tetapi sombong.
  20. C. Ada induk Adik menangis dan anak karena jatuh dari sepeda. Pilihan A, B, D berupa kalimat setara.
  21. B. Melainkan dipakai setelah klausa negatif.
  22. C. Anak kalimat di depan harus diikuti koma.
  23. A. Meskipun dan tetapi sama-sama konjungsi pertentangan sehingga berlebihan.
  24. C. Terdapat tiga klausa dengan dua jenis hubungan (setara dan bertingkat).

I. Referensi

  1. Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (edisi ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
  2. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) Edisi V, untuk kaidah tanda baca.
  3. Chaer, Abdul. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. Keraf, Gorys. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia. Jakarta: Grasindo.
  5. Ramlan, M. Ilmu Bahasa Indonesia: Sintaksis. Yogyakarta: CV Karyono.
  6. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, kbbi.kemdikbud.go.id.

Catatan: periksa edisi dan tahun terbit buku di perpustakaan atau toko buku, dan sesuaikan istilah dengan buku paket yang dipakai di sekolah Anda.

Posting Komentar

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.